Kamis, 29 Oktober 2015

ETIKA BISNIS





Softskill Etika Bisnis pertemuan 1


Nama Kelompok

Dewi Cristi A       11212948
Mugia Silvy           14212754
Yaya Budi K         17212798

Kelas : 3ea18

BAB 1

Hakekat Mata Kuliah Etika Bisnis
Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:
1.Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
 2.Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang).

Pengertiannya dapat dibedakan menjadi :
Etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruh
2.  Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
3.  Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.

DEFINISI ETIKA DAN BISNIS
Etika : Menurut Dr.James J Spillane SJ, Etics atau etika memperhatikan atau mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan moral. Etika mengarah atau menghubungkan penggunaan akal budi individual untuk objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku seseorang terhadap orang lain.
Bisnis : suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba.

ETIKA MORAL, HUKUM DAN AGAMA

(Etika dan Hukum)
Hubungan etika dan hukum secara umum, kebanyakan orang percaya bahwa sifat mematuhi hukum adalah juga sifat yang beretika.
Perbedaan etika dan hukum diuraiakn sebagai berikut:
  1. Hukum pada dasarnya tidak hanya mencakupketentuan yang dirumuskan secara tertulis, tapi juga nilai-nilai konvensi yang telah menjadi norma di masyarakat.
  2. Etika mencakup lebih banyak ketentuan yang tidak tertulis.
  3. Pada umumnya kebanyakan orang percaya bahwa dengan perilaku yang patuh terhadap hukum adalah juga merupakan perilaku yang etis.
  4. Banyak sekali standart perilaku yang sudah disepakati oleh masyarakat yang tidak tercakup dalam hukum, sehingga terdapat bagian etika yang tercakup dalam hukum dan sebagian juga tidak tercakup.
  5. Norma hukum cepat ketinggalan zaman, hingga bisa menyebabkan celah hukum.
(Etika dan Agama)
Etika mendukung keberadaan agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah. Pada dasarnya agama memberikan ajaran moral untuk menjadi pegangan bagi perilaku para penganutnya.
(Etika dan Moral)
            Etika lebih condong kearah ilmu tentang baik atau buruk. Selain itu etiak lebih sering dikenal sebagai kode etik. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk atau dengan kata lain moralitas merupakan pedoman/ standart yang dimiliki oleh individu atau kelompok mengenai benar atau salah dan baik atau buruk.

KLASIFIKASI ETIKA
Menurut buku yang berjudul “Hukum dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika dapat diklasifikasikan menjadi :
A.    Etika Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
B.     Etika Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
C.    Etika Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain..
D.    Etika Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. 
E.     Egoisme
Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin tidak baik. Seseorang tidak mempunyai kewajiban moral selain untuk menjalankan apa yang paling baik bagi kita sendiri. Jadi, menurut egoisme etis, seseorang tidak mempunyai kewajiban alami terhadap orang lain. Meski mementingkan diri sendiri, bukan berarti egoisme etis menafikan tindakan menolong. Mereka yang egoisme etis tetap saja menolong orang lain, asal kepentingan diri itu bertautan dengan kepentingan orang lain. Atau menolong yang lain merupakan tindakan efektif untuk menciptrakan keuntungan bagi diri sendiri. Menolong di sini adalah tindakan berpengharapan, bukan tindakan yang ikhlas tanpa berharap pamrih tertentu.

KONSEPSI ETIKA
Konsep-konsep dasar etika antara lain adalah (Bertens, 2002): (i) ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia serta azas-azas akhlak (moral) serta kesusilaan hati seseorang untuk berbuat baik dan juga untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah Laku seseorang terhadap orang lain.
Pentingnya peranan etika dalam organisasi tidak mungkin lagi dapat dibesar-besarkan.  Organisasi tidak mungkin berfungsi secara bertanggung jawab tanpa memiliki etika ketika menjalankan urusan kesehariannya. Setiap organisasi, baik publik maupun swasta, seyogianya memiliki dan menerapkan suatu tatanan perilaku yang dihormati setiap anggotanya dalam mengelola kegiatan organisasi. Tatanan ini dimaksudkan sebagai pedoman dan acuan utama bagi anggota organisasi dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Tatanan ini digunakan untuk memperjelas misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip organisasi, serta mengaitkannya dengan standar perilaku profesional.
BAB II
PRINSIP OTONOMI
Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dipunyainya. Contoh prinsip otonomi dalam etika binis : perusahaan tidak tergantung pada pihak lain untuk mengambil keputusan tetapi perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai dengan misi dan visi yang diambilnya dan tidak bertentangan dengan pihak lain.
Dalam prinsip otonomi etika bisnis lebih diartikan sebagai kehendak dan rekayasa bertindak secara penuh berdasar pengetahuan dan keahlian perusahaan dalam usaha untuk mencapai prestasi-prestasi terbaik sesuai dengan misi, tujuan dan sasaran perusahaan sebagai kelembagaan. Disamping itu, maksud dan tujuan kelembagaan ini tanpa merugikan pihak lain atau pihak eksternal.
Dalam pengertian etika bisnis, otonomi bersangkut paut dengan kebijakan eksekutif perusahaan dalam mengemban misi, visi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran , kesejahteraan para pekerjanya ataupun komunitas yang dihadapinya. Otonomi disini harus mampu mengacu pada nilai-nilai profesionalisme pengelolaan perusahaan dalam menggunakan sumber daya ekonomi. Kalau perusahaan telah memiliki misi, visi dan wawasan yang baik sesuai dengan nilai universal maka perusahaan harus secara bebas dalam arti keleluasaan dan keluwesan yang melekat pada komitmen tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan etika bisnis.

PRINSIP KEJUJURAN
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Namun jika prinsip kejujuran terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait.
Bisnis tidak akan bertahan lama jika tidak ada kejujuran, karena kejujuran merupakan modal utama untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnis-nya, baik berupa kepercayaan komersial, material, maupun moril. Kejujuran menuntut adanya keterbukaan dan kebenaran.

PRINSIP KEADILAN
Prinsip keadilan :  keadilan melibatkan menghormati hak orang lain dan keseksamaan oleh karena itu keadilan tidak akan membenarnakab induvidu menyalah gunakan kebebasan nya untuk induvidu menyalahgunakan kebebasan untuk induvidu yang bersifat tamak dan mementingkan diri sendiri.

HORMAT PADA DIRI SENDIRI
Hormat pada diri sendiri : Bedasarkan kamus besar Bhs Indonesia , kata hormat sebagai kata sifat memiliki arti sebagai menghargai ( takzim,khidmat,sopan) jadi kita dapat tarik kesimpulan bahawa rasa hormat memeliliki pengertian sebagai suatu sikap untuk mengahargai atau sikap sopan.
Saling menghormati satu sama lain tentu saja memberikan manfaat yang sangat positif bagi diri maupun kenyamanan dalam menjalani hidup.
Apabila dapat menghormati diri sendiri maka akan menimbulkan efek positif khususnya bagi diri sendiri dan lingkungan pada umumnya.
Hormat pada diri sendiri mempunyai arti yaitu memilih dan menentukan perbuatan yang tidak menyakiti, mencelakai, mengotori, menodai, dan merusak diri sendiri (Jasmani & Rohani)

HAK DAN KEWAJIBAN
Hak adalah seperangkat kewenangan yang diperoleh seseorang baik berupa hak yang melekat sejak ia lahir sampai meninggalnya yang biasa disebut hak asasi manusia maupun yang muncul ketika melakukan interaksi sosial sebagai dengan sesamanya.

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya baik kewajiban sebagai hamba yang dibebankan oleh penciptanya (Allah SWT) maupun kewajiban yang muncul ketika melakukan interaksi dengan sesama. Oleh karena itu, kehadiran hukum dalam masyarakat adalah untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan kebutuhan manusia baik dari penciptanya maupun kepentingan manusia dalam masyarakat.

TEORI ETIKA LINGKUNGAN
Sikap dan perilaku seseorang terhadap sesuatu sangat ditentukan oleh bagaimana pandangannya terhadap sesuatu itu, Kalau sesuatu hal dipandang sebagai berguna dan penting, maka sikap dan perilaku terhadap sesuatu itu lebih banyak bersifat menghargai. Sebaliknya jika sesuatu hal dipandang dan dipahami sebagai sesuatu yangn tidak berguna dan tidak penting, maka sikap dan perilaku yang muncul lebih banyak bersifat mengabaikan, bahkan merusak.. Manusia memiliki pandangan tertentu pada alam, dimana pendangan itu telah menjadi landasan bagi tindakan dan perilaku manusia terhadap alam. Dari beberapa pandangan etika yang telah berkembang tentang alam disini akan dibahas tiga teori utama, yang dikenal dengan Shallow environmental Ethics, Intermediate Environmental ethics, dan Deep Environmental ethics.

PRINSIP ETIKA DI LINGKUNGAN HIDUP
Pengertian etika lingkungan di sini tidak lagi dibatasi ruang lingkup penerapannya merujuk pada nilai-nilai moral untuk kemanusiaan saja, tetapi diperluas dengan melibatkan "natural resources" lain yang juga perlu dilindungi, dijaga dan dirawat seperti flora, fauna maupun obyek tidak bernyawa (in-animate) sekalipun.

Ada beberapa prinsip untuk menegakkan etika lingkungan ini, antara lain:

1)      Pertama, sikap hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta secara keseluruhan. Setiap anggota komunitas social mempunyai kewajiban untuk menghargai kehidupan bersama (kohesivitas sosial), demikian pula setiap anggota komunitas ekologis harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies dalam komunitas ekologis.

2)      Kedua, prinsip tanggung jawab yang dimiliki manusia terhadap alam semesta maupun terhadap keberadaan dan kelestarian setiap bagian dan benda di alam semesta ini. Tanggung jawab itu tidak hanya individual melainkan kolektif berupa prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga alam semesta dengan segala isinya

DAFTAR PUSAKA :
Ernawan, Erni. 2011. Business Ethics. Penerbit: Alfabeta. Bandung
Prof. Dr. H. Zainuddin Ali, M.A, Filsafat hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2006, Hal 27.
Seri Filsafat Atmajaya : 15, K.Bertens
Etika Bisnis Tuntutan & Relevansinya, DR.A.SONNY KERAF, Pustaka Filsafat
Ketut Rijin, etika bisnis dan implentasinya , 2004, gramedia pustaka Umum, jakarta.
Frans Magnis Suseno SJ Dalam Jacobus Targian, 1994, Etika Bisnis dasar dan Aplikasinya. PT Gramedia, Jakarta
Suhrawadi K.Lubis,2006 . Etika Profesi Hukum. Penerbit Sinar Grafika : Jakarta
Suseno, F . Magniz  1984. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup
Jawa. Jakarta : PT Gramedia
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan UNDP, 1998. Ringkasan
Soemarwoto, O. 2001. Atur Diri Sendiri Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Soeriaatmadja, R.E (1997) Ilmu Lingkungan. Penerbit ITB: Bandung Suhrawardi K. Lubis 1994. Etika Profesi Hukum Sinar Grafika 41-C381.4.
BUSINESS ETHICS (ETIKA BISNIS) DR. ERNI R. ERNAWAN SE.MM.

Selasa, 16 Juni 2015

MERRY RIANA – MIMPI SEJUTA DOLAR

MERRY RIANA – MIMPI SEJUTA DOLAR

Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar

Mungkin kebanyakan mahasiswa lain akan lebih banyak mengenang masa-masa kuliah mereka dari sisi pengalaman menuntut ilmu  dan pergaulan. Sebagian, mungkin juga menyimpan kenangan perjuangan untuk bisa stabil bertahan kuliah dengan persediaan uang yang sangat minim. Merry Riana ada di katergori yang terakhir.

Kerusuhan Mei 1998 telah mengantarkan Merry ke NTU atau Nanyang Technological University. Mimpinya untuk kuliah dalam kondisi yang nyaman dan persiapan yang wajar ke Universitas Trisakti mendadak sirna. Keluarga Merry berdarah Tionghoa, dan pemberitaan di televisi telah membuat orang tuanya sangat ketakutan. Satu-satunya yang terbesit di benak hampir semua orang keturunan Tionghoa saat itu adalah menyelamatkan diri. Begitu juga dengan keluarga Merry.

Walaupun kondisi finansial keluarga Merry sederhana, tetapi orang tuanya memutuskan untuk mengirim Merry ke Singapura agar pendidikannya terus berlangsung. Dengan berbagai informasi mengenai fasilitas utang pendidikan di Singapura orang tuanya yakin bahwa Merry dapat menekuni kuliah dengan tenang di NTU. NTU menyediakan fasilitas kredit bagi biaya pendidikan yang bekerja sama dengan Development Bank of Singapore. Ayahnya mengatakan bahwa dia akan menabung pelan-pelan untuk melunasi utang itu setelah dia lulus.

Merry yang biasanya selalu di manja dan di lindungi oleh orang yang disayanginya, kini harus berjuang untuk bertahan di Negeri Singa itu. Bermodalkan uang pinjaman dari Development Bank of Singapore, Merry memperoleh uang saku yang diberikan setiap enam bulan, sebesar 1.500 dolar. Setelah dia menghitung uang tersebut untuk dibagi enam bulan, biaya sewa asrama, dan kebutuhan kuliah lainnya, sisanya hanya sekitar 40 dolar. Merry harus bertahan dengan uang sebesar 10 dolar per minggunya. Dengan keterbatasan dana yang sangat mengkhawatirkan, Merry melewatkan perkuliahan yang berat dengan kondisi finansial yang sangat pas-pasan. Berbekal mie instan dan 2 lembar roti tawar per hari, Merry dapat meneruskan hidupnya.

Ketika kesulitan hidup menerpa Merry dengan tiba-tiba, Merry jadi lebih sering mendekatkan diri dengan Tuhan, hingga akhirnya bertemu dengan Alva yang akan menjadi teman seperjuangan dan pendamping hidupnya. Alva selalu menyemangati Merry agar tidak mudah putus asa dan tetap semangat dalam menghadapi kegagalan.

Merry mulai bekerja untuk mencukupi kebutuhannya sejak liburan tahun kedua kuliahnya, dengan karier awal sebagai penyebar brosur di tempat umum. Berbagai jenis pekerjaan dilakoninya sebagai pegawai toko bunga dan pramusaji di hotel. Namun Merry pernah merasakan kegagalan akibat tertipu oleh bisnis multi level marketing, dan mengalami kerugian besar bersama Alva dalam bisnis jual beli saham. Setelah mengalami keterpurukan yang cukup lama akhirnya Merry  bekerja sebagai penjual produk keuangan. Banyak kegagalan terjadi. Namun, akhirnya ada juga titik yang memberikannya cahaya hingga Merry bisa sesukses ini, hingga dia dapat melunasi utang biaya pendidikannya dan juga dapat membahagiakan orang tuanya.

Dari tahun ke tahun, penghasilannya terus bertambah. Hingga akhirnya keberadaannya sebagai anak muda yang dianggap sukses di Singapura, telah membawanya pada kepercayaan dan pengakuan sebagai motivator. Akhirnya mimpi untuk bebas dari beban finansial sebelum umur 30 tahun menjadi kenyataan.

Tokoh Merry merupakan tokoh yang sangat teladan bagi kita. Merry adalah tokoh yang masih muda, tidak putus asa, selalu mensyukuri nikmat, tidak mengeluhkan semua cobaan yang dihadapinya, dan selalu bekerja keras. Ia selalu berusaha agar mimpinya untuk bebas dari beban finansial sebelum umur 30 tahun itu terwujud.

Sukses memerlukan syarat. Kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad. Dan masih banyak lagi turunan-turunan nilai yang sangat dibutuhkan agar orang berhasil menyandang kesuksesan dalam hidup mereka. Banyak orang tak kuat merangsang nilai-nilai itu dalam upaya mereka sehingga hasil yang muncul jauh dari yang diharapkan.

 Alberthiene Endah, sebagai penulis biografi yang berpengalaman mampu menghidupkan jalan cerita dengan urut dari bagian 1 sampai 13 dengan bahasa yang simpel, dan mampu membuat pembaca merasakan suasana yang di alami oleh Merry Riana.

Hadirnya buku “Mimpi Sejuta Dolar”  dan di buat ke dalam filem bioskop ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, karena filem ini dapat menambah nilai moral dan memotivasi para remaja, dan untuk kita semua.

Salut banget deh sama Merry Riana, dari seorang mahasiswi yang serba kekurangan dan harus menahan lapar setiap harinya kini menjadi seorang jutawan yang sangat sukses, bukan di Indonesia tapi di Singapura. Kisahnya ini sangat menginspirasi kita sebagai anak muda, bahwa segala sesuatu itu harus dikerjakan sungguh-sungguh dan memiliki niat yang kuat.


Kekurangan : ada kekurangan yang mengurangi estetika film ini, seperti iphone yang di miliki oleh Irene, dan tayangan sepak bola saat Alva mau melamar Merry adalah sebuah kesalahan yang seharusnya disesuaikan dengan tahun yang ada.

Kelebihan dari filem mimpi sejuta dolar yakni, disanah bercerita bagaimana semakin lama berjuang, semakin dekat ia dengan tuhan. Bagaimana ia bisa percaya total kepada tuhan bahwa kelak, akan tiba masanya bagaimana perjuangan ini berbuah manis. Sukses dan kegagalan itu satu paket, Kalau mau sukses, maka harus mau membayar dulu harganya lewat kegagalan kegagalan yang dialami dalam proses perjalanannya. Ini makin ditegaskan lewat kisah di  buku Mimpi Sejuta Dolar yang semakin lama rasanya makin dramatis, namun inilah kehidupan real yang nyata bila kita ingin mencapai keberhasilan yang benar-benar berhasil.

 yang menarik dari filem ini :
Merry Riana membuktikan bahwa kerja keras, doa dan pantang menyerah akan mewujudkan sembuah impian. Kini, dia adalah salah seorang motivator yang laris di negara Asia, termasuk Indonesia. Perjalanannya tidak mudah untuk mencapai titik hidupnya kini. Merry yang dalam usia 26 tahun telah meraih penghasilan 1 juta dollar Singapura (sekitar Rp 7 miliar) itu melangkah mulai dari penyebar brosur biro jodoh, florist, sampai pelayan hotel. Semua itu dijalani dengan pantang menyerah, termasuk bagaimana bertahan hidup hanya berbekal beberapa dollar Singapura.
Kini, Merry memimpin Merry Riana Organization, organisasi financial consultant yang diperkuat oleh 50 tenaga profesional muda. Dia menulis buku "A Gift from A Friend" (2006) yang jadi best seller. Perjalanan kehidupannya juga ditulis dalam buku "Mimpi Sejuta Dolar"


APA ITU RESENSI



Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya.Karya yang dinilai dapat berupa bukudan karya seni film dan drama.Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.



Manfaat Resensi

1. Bahan pertimbangan
Memberikan gambaran kepada para pembaca tentang suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
2. Nilai ekonomis
Mendapatkan uang atau imbalan serta buku-buku yang diresensikan secara gratis dari penerbit buku apabila resensinya dimuat di koran atau majalah.
3. Sarana promosi buku
Buku yang diresensikan adalah buku baru yang belum pernah diresensi. Dengan demikian, resensi merupakan media untuk mempromosikan buku baru tersebut.
4. Pengembangan Kreativitas
Semakin sering menulis, maka semakin terasah kebiasaan menulis untuk setiap individu. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kreativitas menulis.


Referensi

  1. ^ a b c d e f g "Menulis Resensi Buku". sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id. Diakses 20 Mei 2014.18.00.
  2. ^ a b c "Menulis Resensi". slideshare.net. Diakses 20 Mei 2014.18.00.